News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Hukuman Sosial Unik Di Yogya Bagi Warga Tak Pakai Masker

Hukuman Sosial Unik Di Yogya Bagi Warga Tak Pakai Masker




WARTAJOGJA.ID  : Pemerintah DI Yogyakarta memiliki cara unik untuk 'menghukum' warga yang kedapatan keluar rumah tanpa mengenakan masker di masa pandemi Covid-19 ini.

Sebab masker dinilai menjadi alat pelindung penting di masa wabah ini guna menekan terjadinya penularan virus.

"Akan ada sanksi sosial bagi warga yang keluar rumah tanpa memakai masker," ujar Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DI Yogyakarta Noviar Rahmad di sela pencanangan Gerakan Memakai Masker di Yogyakarta Jumat 15 Mei 2020.

Sanksi sosial itu yakni dengan meminta para pedagang pasar di wilayah Yogyajarta tak menggubris pembeli yang masih ngeyel tak memakai masker saat berbelanja kebutuhan hariannya.

Pasar, khususnya pasar tradisional, belakang jadi sorotan karena masih sering ditemui adanya kerumunan orang. Pasar baik tradisional maupun modern diwaspadai jadi episentrum baru penularan virus. Contoh paling hangat kasus penularan di Indogrosir Sleman.

"Melalui tim patroli kami akan terus bergerak ke pedagang di pasar agar tidak melayani pembeli yang tidak memakai masker," ujar Noviar.

Tak hanya itu. Noviar mengungkapkan agar warga juga tak perlu membeli dagangan dari para pedagang baik di pinggiran jalan juga pasar-pasar yang saat melayani juga tidak memakai masker.

Noviar menuturkan dari pantauan bersama tim gabungan baik TNI dan Polri, masih banyak ditemukan warga lalu lalang di jalanan dan juga pasar tanpa memakai masker.

Dengan pencanangan Gerakan Memakai Masker di Yogya itu, ujar Noviar, sejumlah lokasi khususnya sarana sarana umum di Yogyakarta telah dipasangi spanduk yang menunjukkan sebagai area wajib masker.



Pemerintah Daerah DIY sendiri telah membagikan 45 ribu masker di 59 titik yang ada di DIY dalam gerakan wajib memakai masker itu.

Wakil Sekretaris Gugus Tugas Penanganan COVID-19 DIY Biwara Yuswantana mengatakan pencanangan gerakan wajib bermasker ini karena di masa wabah ini perlu dibangun kesadaran baru dalam upaya menekan penularan.

Kesadaran itu merujuk perilaku tentang kehidupan normal baru, untuk memahami jika memakai masker menjadi norma yang berlaku saat ini.

"Jadi ketika beraktifitas, terlebih di luar rumah maka masker menjadi sesuatu yang wajib untuk digunakan," ujar Biwara.

Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga telah menyinggung soal rencana penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk Yogya dalam upaya menekan kasus pandemi yang belum kunjung menurun.

Hal itu disebabkan karena masih banyaknya warga yang nekat keluyuran dan bahkan menimbulkan keramaian serta kerumunan di jalanan Yogya belakangan ini.

"Kalau nanti dengan klaster-klaster (penularan Corona di Yogya) itu kasus yang positif semakin dominan, mungkin kami lakukan PSBB, biar bisa menertibkan mereka yang tidak disiplin ini," ujar Sultan.

(Ger/Wan)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment