News Breaking
Live
wb_sunny

Breaking News

Yogya Kembali Ramai, Patroli Corona Digencarkan

Yogya Kembali Ramai, Patroli Corona Digencarkan

WARTAJOGJA.ID Jalanan Yogyakarta pekan ini tampak kembali ramai warga meski wabah pandemi Covid-19 terus menunjukkan gejala peningkatan serius.

Pemerintah Yogya pun mengambil keputusan meningkatkan patroli ke jalanan, untuk membubarkan masyarakat yang kembali berkerumun dan mengabaikan protokol pencegahan penularan virus.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja DI Yogyakarta Noviar Rahmad mengatakan setidaknya sudah 311 titik kerumunan warga telah dibubarkan pihaknya selama masa Tanggap Darurat Covid–19.

"Pembubaran kerumunan ini satu upaya untuk mengantisipasi penyebaran wabah yang makin meresahkan," ujar Noviar Kamis 16 April 2020.

Noviar mengungkapkan ada tiga program keamanan dan ketertiban yang menjadi fokus penanganan selama masa tanggap darurat Covid – 19.

Tak hanya penyuluhan dan penyemprotan disinfektan di tempat-tempat umum. Tapi juga menggencarkan patroli pagi dan malam untuk membubarkan kerumunan-kerumunan serta pelajar yang seharusnya belajar di rumah.

“Kami ketatkan pengawasan di lapangan memantau kegiatan masyarakat yang masih kumpul-kumpul. Patroli setiap hari, pagi dan malam untuk memastikan kebijakan pemerintah dilaksanakan dengan baik,” ujar Noviar.

Menurutnya, setiap hari operasi razia gabungan untuk memantau jalanan dari kerumunan itu melibatkan 75 orang petugas. Yang berkeliling ke lima kabupaten/kota di DIY.

Selain itu, Satpol PP DIY juga mengerahkan anggota Satpol PP kabupaten/kota untuk ikut serta melaksanakan program tersebut sehingga jangkauan untuk melaksanakan program tersebut lebih luas.

Saat ini, salah satu program patroli juga melibatkan operasi gabungan bersama dengan Detasemen Polisi Militer (Denpom) IV/2 Yogyakarta, Korem, Samapta Polda DIY dan Brimob.

Noviar mengungkapkan untuk menanggulangi wabah ini, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri. Harus melibatkan semua pihak khususnya warga sebagai garda terdepan.

Ia pun meminta warga di Yogya melapor ke saluran hotline 0274-5021060 yang mencakup seluruh kabupaten/kota di DIY bila menemukan ada kerumunan yang dinilai perlu di bubarkan. Petugas Pol PP akan segera mendatangi dan membubarkan kerumunan tersebut karena saluran pelaporan itu dijaga petugas selama 24 jam penuh.

" Masyarakat tidak perlu khawatir tidak akan mendapatkan respon apabila lapor adanya keramaian atau kerumunan," ujarnya.

Raja Keraton yang juga Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X sebelumnya turut menyoroti kondisi kembali ramainya jalanan itu.

Sultan melalui pesan tertulisnya meminta masyarakat tidak egois dan menjaga semangat gotong royong sebagai modal utama menghadapi wabah Covid-19.

“Seperti dapat dilihat belakangan ini, jalanan mulai sedikit ramai dibandingkan beberapa minggu lalu. Saya berpesan agar selalu waspada dalam menghadapi pandemi Covid-19,” ujar Sultan melalui pesan tertulis bertajuk ‘Mangasah Mingising Budi, Memasuh Malaning Bumi’ yang disebar melalui platform media sosial pemerintah daerah Selasa 14 April 2020.

Sultan meminta masyarakat bisa mengontrol kebutuhan untuk keluar rumah lebih bijak karena pandemi masih berlangsung.

“Saya minta bisa dikontrol lagi. Di jalan sudah ada dari Pol PP (polisi pamong praja), polisi dan TNI, saya minta maksimalkan kontrol tersebut," ujar Ngarsa Dalem.

Adapun pada Kamis 16 April 2020, kasus terkonfirmasi virus corona di wilayah DI Yogyakarta kembali mengalami penambahan.

Juru Bicara Pemda DI Yogyakarta untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih mengatakan total kasus terkonfirmasi positif covid-19 di DIY sudah tercatat menjadi 63 orang. Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 600 orang di mana 144 orang masih menjalani perawatan.

Berdasarkan hasil lab, 63 orang dinyatakan positif itu, 22 orang diantaranya sembuh dan enam orang meninggal dunia.

(Don/Zul)

Tags

Newsletter Signup

Sed ut perspiciatis unde omnis iste natus error sit voluptatem accusantium doloremque.

Post a comment